Jaga Stabilitas Harga, Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 1 Februari 2023 - 02:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka. (Dok. DPR.go.id)

Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka. (Dok. DPR.go.id)

EKONOMINEWS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka menyoroti salah satu peranan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yakni menjaga stabilitas harga dan inflasi khususnya bahan pokok dengan mengendalikan pasar.

Lantaran di lapangan pada nyatanya terdapat mafia pangan yang menguasai stok sedangkan dalam mengendalikan pasar Bapanas hanya mengandalkan gudang Bulog.

Untuk itu, Bapanas diminta untuk dapat membuat kebijakan dan mengalokasikan anggaran serta memanfaatkan Bulog dan ID Food secara maksimal untuk mengurangi peranan dan mengatasi permasalahan mafia pangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau anda menguasai produksi 60 persen ke atas bisa saja anda mengendalikan pasar. Anda menguasai pergudangan, Anda menguasai produksi, bisa anda mengendalikan pasar.”

” Tapi kalau hanya 10 persen, hanya Bulog, gudangnya bulog yang anda andalkan, di mana saudara bisa mengendalikan pasar?”ujar Suhardi Duka dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV dengan Kepala Badan Pangan Nasional, Dirut Perum Bulog, Dirut ID Food dan jajarannya di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa 31 Januari 2023.

Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai Bapanas tidak menguasai stok, dan produksi. Ia melihat yang masih menguasai stok adalah mafia pangan.”

” Untuk itu dia berharap Bapanas kedepannya dapat mengatasi mafia-mafia pangan.

“Kehadiran Bapanas ini, kami Komisi IV sebenarnya mengharapkan adalah bagaimana saudara bisa berhadapan dengan mafia pangan itu.”

” Anda Kalahkan dia. Nah, di sini peranan saudara badan pangan nasional,” harapnya.

Selanjutnya, Badan Pangan Nasional diminta untuk membuat kebijakan dan mengalokasikan anggaran yang memang bisa digunakan untuk menghadapi mafia-mafia pangan secara apple to apple.

Kemudian juga memanfaatkan ID Food serta Bulog dan lain sebagainya termasuk kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan pangan dan lebih mensejahterakan petaninya sehingga tidak terus menerus miskin tapi disisi lain mafia-mafia terus kaya.

“Ini kan yang kita hadapi sekarang, bangsa sekarang ini. Petani kita miskin terus tapi mafianya yang kaya.”

“Nah sekarang kita kurangi peranan mafia pangan ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani kita, disitulah saya harapkan kehadiran Badan Pangan Nasional bersama dengan Bulog bersama dengan ID Food,” pungkas Legislator Dapil Sulawesi Barat itu.***

Berita Terkait

Cara Aman Membeli Bitcoin Buat Pemula
Portal Baru, Semangat Lama: Jurnalis Lokal Reborn di 24jamnews.com
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Angka Bicara: Pendapatan KAI Naik 3 Kali Lipat dalam Satu Dekade
Kereta Whoosh Membawa Prestise, Tapi WIKA Harus Menanggung Luka Finansial
Tata Kelola Bank Digital Dipertanyakan Usai Skandal EDC BRI
Liana Saputri Buktikan Diri! Rombak KFC Indonesia Lewat Strategi Berani
Saham Harita Nickel Cuan, Dividen dan ESG Sama-Sama Kinclong

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 19:34 WIB

Cara Aman Membeli Bitcoin Buat Pemula

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:19 WIB

Portal Baru, Semangat Lama: Jurnalis Lokal Reborn di 24jamnews.com

Selasa, 23 September 2025 - 13:26 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Senin, 22 September 2025 - 11:57 WIB

Angka Bicara: Pendapatan KAI Naik 3 Kali Lipat dalam Satu Dekade

Selasa, 19 Agustus 2025 - 10:22 WIB

Kereta Whoosh Membawa Prestise, Tapi WIKA Harus Menanggung Luka Finansial

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

Federation Raih “Victorian International Education Award”

Jumat, 5 Des 2025 - 12:15 WIB