TOPIKTOP.COM – Menjelang Pilpres 2024, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) meluncurkan laporan “Jaringan Oligarki Tambang & Energi Pada Pemilu 2024.”
Laporan tersebut digarap JATAM sejak Desember 2023 hingga Januari 2024.
Dengan fokus bisnis-bisnis para kandidat dan tim kampanye, dari dokumen-dokumen resmi terbaru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baik akta-akta pemerintah maupun laporan internal perusahaan serta, sebagai sumber utama.
Dokumen jurnal dan berita-berita media juga dijadikan sebagai rujukan untuk pendukung.
Baca artikel lainnya di sini : Rela Jauh-jauh datang ke Yogyakarta, Generasi Milenial Beri Dukungan Kemenangan Prabowo – Gibran
Demikian disampaikan oleh Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATSM), Melky Nahar di Jakarta, Senin 22 Januari 2024
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
“Afiliasi langsung bisnis para pihak ini kami telusuri relasinya dengan perusahaan-perusahaan lain yang bergerak dalam sektor pertambangan dan energi.”
“Seluruh informasi yang didapatkan, kami himpun dan analisis, lalu membuat kesimpulan menggunakan metode Analisis Jejaring Sosial,” tutur Melky Nahar.
Lihat juga konten video, di sini: Sri Sultan Hamengku Buwono X Tanggapi Pertemuanya dengan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka
Menurut Melky Nahar, terdapat nama-nama yang berlatar belakang pengusaha dan terafiliasi dengan berbagai macam bisnis, salah satunya di sektor pertambangan dan energi.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Di antara tiga pasangan capres-cawapres, termasuk partai politik pendukung hingga tim pemenangan.
“Di pasangan Anies-Muhaimin, misalnya, terdapat tujuh orang yang terafiliasi dengan bisnis pertambangan dan energi.”
“Di pasangan Prabowo-Gibran, terdapat delapan belas orang, termasuk Prabowo Subianto.
“Sementara di pasangan Ganjar-Mahfud, sebanyak tujuh orang,” lanjut Melky Nahar.
“Deretan tim pemenangan yang terafiliasi dengan tambang dan energi di pasangan capres-cawapres ini, sebagian memiliki relasi bisnis satu sama lain.”
“Baik dalam tim pemenangan kandidat yang sama, juga mempunyai relasi bisnis dengan tim pemenangan di pasangan capres-cawapres lain.”
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Situasi ini menunjukkan bahwa dunia politik memang sangat menggiurkan bagi semua profesi, termasuk pengusaha.
Dan, tentu saja, rentan dengan konflik kepentingan. Dukungan finansial dan politik para pebisnis ini cenderung berorientasi untuk menikmati rente.
Mereka mempertahankan dan merebut kekuasaan sehingga memperoleh kemudahan (privilese) dan proteksi politik.
“Hegemoni oligarki dalam politik semacam pemilu ini akan menghasilkan buah pahit bagi demokrasi.”
“Ia akan dengan mudah mengotak-atik kebijakan dan regulasi, dan pada akhirnya akan dengan mudah menjarah kekayaan alam di tubuh kepulauan Indonesia,” tegas Melky.
Situasi Pemilu 2024 ini pun tak jauh berbeda dengan pemilu sebelumnya, terutama pada Pemilu 2019.
Di mana sebagian pasangan calon berlatar belakang pengusaha, sementara komposisi tim pemenangannya pun juga sebagian besar pengusaha.***






