Yang Chaobin, Huawei: Menciptakan Nilai Tambah Jaringan Seluler demi Membangun Dunia Teknologi Cerdas yang Lebih Baik

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yang Chaobin, Huawei ICT BG CEO, speaking at MWC Barcelona 2026

Yang Chaobin, Huawei ICT BG CEO, speaking at MWC Barcelona 2026

BARCELONA, Spanyol, 4 Maret 2026 /PRNewswire/ — Di ajang MWC Barcelona 2026, Yang Chaobin, CEO, Huawei, ICT Business Group, mendorong industri TIK agar memastikan semua orang dapat mengakses jalur cepat menuju era AI. Hal tersebut mencakup rekomendasi tentang pemanfaatan spektrum dan peningkatan kemampuan jaringan guna memperluas penerapan 5G-Advanced, serta memperluas konektivitas inklusif guna menjembatani kesenjangan digital di berbagai wilayah yang belum terlayani.

Dalam paparannya, Yang mengatakan, "Era teknologi cerdas semakin dekat. Berbagai aplikasi AI baru terus bermunculan setiap hari sehingga industri harus bersatu untuk memaksimalkan potensi 5G-A. Kita juga harus memanfaatkan sumber spektrum baru seperti U6 GHz secara efisien guna menciptakan nilai tambah baru bagi industri sekaligus membuka jalan menuju evolusi 6G."

Seiring dengan semakin luasnya penggunaan aplikasi AI seperti text-to-video dan aktivitas belanja berbasiskan AI, konsumsi token akan meningkat pesat. Dalam dua tahun terakhir, jumlah token yang digunakan setiap hari telah meningkat hingga 300 kali lipat. Menurut Yang, perkembangan ini menciptakan peluang besar bagi industri seluler.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kemajuan tersebut juga menunjukkan adanya kesenjangan yang perlu segera diatasi. Pertama, jaringan tidak lagi bisa hanya berfokus pada downlink. Jaringan harus mampu menyediakan bandwidth yang sangat besar, baik untuk uplink maupun downlink guna mendukung pertukaran data multimodal antara perangkat dan cloud untuk aplikasi AI. Kedua, jaringan harus menyediakan konektivitas yang aman, andal, serta berlatensi sangat rendah guna mendukung kolaborasi AI secara real time dan pengambilan keputusan cerdas.

Standardisasi 6G juga telah dimulai. Menurut organisasi standar telekomunikasi 3GPP, penyusunan standar 6G diperkirakan terus berlanjut sebelum Maret 2029. Yang menjelaskan, lima tahun ke depan akan menjadi periode penting dalam perkembangan layanan AI seluler dan penciptaan nilai tambah baru bagi industri, selama operator melakukan investasi yang tepat pada 5G-A. Teknologi 5G-A yang menjadi tahap penghubung antara 5G dan 6G, kini memegang peranan penting karena mampu menghadirkan kecepatan uplink hingga 10 kali lebih cepat, pengalaman layanan AI yang lebih baik, teknologi IoT baru seperti reduced capability (RedCap) dan passive IoT, serta kemampuan jaringan yang lebih cerdas melalui AI.

Yang Chaobin, Huawei ICT BG CEO, speaking at MWC Barcelona 2026
Yang Chaobin, Huawei ICT BG CEO, speaking at MWC Barcelona 2026

Saat ini, 5G-A telah diterapkan secara komersial di lebih dari 300 kota di seluruh dunia, dan implementasinya terus meluas menuju berbagai pita frekuensi. Untuk meningkatkan kemampuan 5G-A, industri membutuhkan sumber spektrum baru maupun spektrum yang dialokasikan kembali, terutama di negara dan wilayah yang memiliki keterbatasan spektrum C-band. Dalam hal ini, pita frekuensi U6 GHz dinilai menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi jaringan tersebut.

Setelah melalui berbagai diskusi di World Radiocommunication Conference (WRC), pita frekuensi U6 GHz telah ditetapkan sebagai salah satu pita frekuensi utama untuk komunikasi seluler di masa depan. Teknologi 5G-A telah mendukung penggunaan U6 GHz, dan ekosistem perangkat seperti cip serta rantai industri untuk perangkat 5G-A juga telah mengalami kemajuan. Hal ini menandakan bahwa 5G-A siap digunakan secara komersial dalam skala besar. Yang pun mengajak para pelaku industri telekomunikasi untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan 5G-A dan pemanfaatan spektrum seperti U6 GHz guna memenuhi meningkatnya kebutuhan layanan AI.

Fokus kedua dari paparan Yang terletak pada kebutuhan mendesak untuk mengatasi ketimpangan akses digital secara global. Menurut data GSMA, lebih dari 300 juta orang di dunia masih belum terjangkau jaringan mobile broadband. Selama dua dekade terakhir, industri komunikasi telah berupaya mengurangi kesenjangan digital, namun perkembangan AI yang sangat cepat berpotensi memperlebar kesenjangan tersebut. Maka, teknologi digital yang bersifat inklusif semakin diperlukan, begitu pula dengan inovasi berkesinambungan.

Yang mendorong strategi konektivitas inklusif, seperti kombinasi pita frekuensi yang lebih beragam dan desain solusi yang lebih hemat biaya. Huawei sendiri telah meluncurkan solusi inovatif RuralStar yang menyediakan akses jaringan seluler di berbagai skenario. Solusi ini telah menghadirkan konektivitas bagi sekitar 170 juta orang di 80 negara, serta beberapa program yang meningkatkan pembangunan inklusif. Salah satunya, kelas belajar DigiTruck di Kenya yang memberikan pelatihan keterampilan digital bagi pelajar di daerah pedesaan, layanan keuangan inklusif bagi masyarakat pedesaan di Bangladesh, serta layanan kesehatan keliling bagi desa-desa di Argentina. 

Menutup pidatonya, Yang mengajak seluruh pelaku industri agar terus bekerja sama memperluas penerapan komersial 5G-A secara global guna memenuhi kebutuhan layanan AI yang terus berkembang, serta membuka jalan menuju evolusi 6G.

MWC Barcelona 2026 berlangsung pada 2–5 Maret di Barcelona, Spanyol. Selama acara berlangsung, Huawei menampilkan produk dan solusi terbaru di booth 1H50, Hall 1, Fira Gran Via.

Era jaringan agentic kini semakin dekat, dan penerapan komersial 5G-A dalam skala besar terus berkembang pesat. Huawei bekerja sama dengan operator dan mitra di seluruh dunia untuk memaksimalkan potensi 5G-A sekaligus membuka jalan menuju 6G. Huawei juga mengembangkan solusi Jaringan AI-Centric yang mendukung layanan cerdas, jaringan cerdas, serta elemen jaringan (NE), mempercepat penerapan jaringan otonom tingkat 4 (AN L4), dan meningkatkan bisnis inti melalui AI. Bersama pelaku industri lainnya, Huawei berupaya membangun jaringan bernilai tambah tinggi serta fondasi komputasi AI untuk masa depan yang sepenuhnya cerdas.

Informasi selengkapnya: https://carrier.huawei.com/en/minisite/events/mwc2026/

 

Berita Terkait

Huawei Luncurkan Strategi “Grid-Forming” Terbaru untuk Mendukung Sistem Kelistrikan Masa Depan di Ajang The Smarter E 2026
SCIE Menunjukkan HILO WAVE® Mendukung Regenerasi Struktur Kulit Tanpa Memicu Respons Peradangan
Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Stadion: Hisense Hadirkan Pengalaman FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Inklusif di 16 Kota Tuan Rumah
nubia Neo 5 GT Special Edition Meluncur dengan Sistem Pendingin Aktif Berbasis Cairan dan Udara yang Pertama di Kelasnya
Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global
Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei
Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok
Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:05 WIB

Huawei Luncurkan Strategi “Grid-Forming” Terbaru untuk Mendukung Sistem Kelistrikan Masa Depan di Ajang The Smarter E 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:57 WIB

SCIE Menunjukkan HILO WAVE® Mendukung Regenerasi Struktur Kulit Tanpa Memicu Respons Peradangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:02 WIB

Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Stadion: Hisense Hadirkan Pengalaman FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Inklusif di 16 Kota Tuan Rumah

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:36 WIB

nubia Neo 5 GT Special Edition Meluncur dengan Sistem Pendingin Aktif Berbasis Cairan dan Udara yang Pertama di Kelasnya

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:37 WIB

Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global

Berita Terbaru