Ada Lho, Alternatif Penyelesaian  Sengketa Medis Pasien dengan Tenaga Kesehatan

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 22 Januari 2023 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Paulus Januar drg, MS, CMC pada seminar Professional Leadership Academy di Jakarta pada 21 Januari 2023. (Dok. Paulus Januar)

Dr Paulus Januar drg, MS, CMC pada seminar Professional Leadership Academy di Jakarta pada 21 Januari 2023. (Dok. Paulus Januar)

EKONOMINEWS.COM – Negosiasi dan mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa (alternative dispute resolution) dapat menjadi upaya yang efektif.

Khususnya untuk menyelesaikan kecenderungan meningkatnya sengketa medis pasien yang mengugat tenaga kesehatan.

Demikian hal ini disampaikan Dr Paulus Januar drg, MS, CMC pada seminar Professional Leadership Academy bagi tenaga kesehatan yang diikuti dokter, dokter gigi, perawat, dan apoteker di Jakarta pada 21 januari 2023.

Menurut Paulus Januar yang menjabat Ketua Badan Kehormatan Etik Mediator dan Legislasi PKMBI (Perkumpulan Konsultan Mediasi Bersertifikat Indonesia), negosiasi dan mediasi merupakan cara penyelesaian sengketa medis secara cepat, efektif, murah, serta adil.

Dipaparkannya, sengketa medis merupakan sengketa yang terjadi antara pasien dengan tenaga kesehatan atau antara pasien dengan rumah sakit/fasilitas kesehatan.

Sengketa medis umumnya karena pasien tidak puas atau tidak senang dengan pelayanan kesehatan yang diperolehnya.

Serta dipandang penyebabnya karena kesalahan atau kelalaian tenaga kesehatan yang merawatnya.

Saat ini masyarakat yang tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diperolehnya cenderung dengan mudah menuntut dan menggugat.

Sebagai akibatnya sengketa medis semakin meningkat intensitas maupun jumlahnya. Cukup banyak dokter, dokter gigi, perawat dan bidan yang diadukan dengan tuduhan melakukan malpraktik medis.

Masyarakat umumnya berpandangan sengketa medis lebih baik diselesaikan di pengadilan.

Namun permasalahannya, penyelesaian melalui pengadilan relatif lama, biaya tidak sedikit, serta pembuktian di pengadilan tidak mudah.

After 19
Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Dikemukakan bahwa sebenarnya terdapat alternatif penyelesaian sengketa medis dalam bentuk negosiasi dan terutama mediasi.

Malah pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa, dalam hal tenaga medis diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya, harus diusahakan diselesaikan terlebih dahulu melalui  mediasi.

Negosiasi merupakan penyelesaian sengketa yang dilakukan dengan perundingan antar para pihak yang bersengketa untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

Sedangkan mediasi merupakan penyelesaian sengketa yang dilakukan dengan perundingan antar para pihak yang bersengketa.

Untuk mendapatkan kesepakatan bersama  dengan difasilitasi mediator sebagai pihak ke tiga yang netral.

Kerapkali negosiasi tidak berhasil mencapai kesepakatan karena ke dua belah pihak bersikukuh dengan pendiriannya.

Sedangkan mediasi merupakan negosiasi yang disertai peran mediator.

Peran mediator menjadi unsur penting dalam penyelesaian sengketa karena berperanan dalam membantu saling pemahaman, mengendalikan proses, serta mendorong inisiatif mencari penyelesaian bersama.

Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak yang bersengketa dalam proses perundingan mediasi guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.

Terdapat mediator bersertifikat berdasarkan pendidikan mediator yang diselenggarakan oleh lembaga yang terakreditasi oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Dalam kaitan dengan mediasi sengketa medis diharapkan terdapatnya mediator profesional yang bersifat netral serta memahami permasalahan medis.

Menurut Paulus Januar yang juga merupakan seorang mediator bersertifikat, saat ini terdapat tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi, dan perawat yang telah menempuh pendidikan mediator bersertifikat.

Selanjutnya secara lebih mendasar dipaparkan bahwa negosiasi dan mediasi merupakan perwujudan keadilan restoratif (restorative justice).

Keadilan restoratif adalah penyelesaian sengketa dengan melibatkan pelaku, korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan, dan bukan penghukuman apalagi balas dendam.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dalam penegakan hukum berlangsung pergeseran paradigma dari keadilan retributif yang cenderung punitif (menghukum) menjadi keadilan restoratif yang memperhatikan kepentingan pihak yang dirugikan.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Keadilan restoratif pada hakikatnya hendak menempatkan fungsi penjatuhan hukuman sebagai ultimum remidium, yaitu solusi akhir apabila upaya hukum lainnya sudah tidak bisa digunakan lagi.

Namun di lain pihak ditandaskan pula, negosiasi dan mediasi terhadap sengketa medis sebagai perwujudan keadilan restoratif, sama sekali bukan upaya impunitas untuk membenarkan yang salah.

Melainkan justru untuk semakin meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab pelayanan kesehatan.

Koordinator seminar Professional Leadership Academy, Dr Hananto Seno drg, SpBM(K) MM CMC, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk bersama-sama mengatasi permasalahan maupun kebutuhan bersama para tenaga kesehatan.

Seminar ini  diselenggarakan berkat kerja bareng PKMBI, Yayasan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), ICD (International College of Dentistry), IDI (Ikatan Dokter Indonesia), serta didukung oleh Alomedika dan Formula.***

Berita Terkait

Kasus Dugaan Gratifikasi Kaesang Pangarep, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Beda Pendapat dengan Pimpinan KPK
Soal Kabar Kaesang Pangarep Tak Diketahui Keberadaanya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni Beri Penjelasan
BNSP Sertifikasi Lulusan Unhas, Siapkan Generasi Profesional yang Kompeten untuk Pasar Kerja Internasional
Prabowo Subianto Konsisten dalam Perjuangan untuk Berantas Korupsi Sejak Kampanye Sampai dengan Sekarang
Soal Perlakuan Khusus kepada Kaesang Pangarep, Ketua KPK: Tidak Ada, Semua Orang di Hadapan KPK Sama
Soal Penambahan Anggaran Pemberantasan Korupsi, KPK Tanggapi Pernyataan Prabowo Subianto
Sebut Alasan Dirinya Bersatu dengan Jokowi, Karena Prabowo Subianto Percaya Jokowi Hatinya Merah Putih
Diungkap Prabowo Subianto, Tingkah Lucu Para Menteri Kabinet Saat Dampingi Jokowi Kunjungan Kerja
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 5 September 2024 - 11:00 WIB

Soal Kabar Kaesang Pangarep Tak Diketahui Keberadaanya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni Beri Penjelasan

Rabu, 4 September 2024 - 19:21 WIB

BNSP Sertifikasi Lulusan Unhas, Siapkan Generasi Profesional yang Kompeten untuk Pasar Kerja Internasional

Rabu, 4 September 2024 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto Konsisten dalam Perjuangan untuk Berantas Korupsi Sejak Kampanye Sampai dengan Sekarang

Rabu, 4 September 2024 - 13:29 WIB

Soal Perlakuan Khusus kepada Kaesang Pangarep, Ketua KPK: Tidak Ada, Semua Orang di Hadapan KPK Sama

Rabu, 4 September 2024 - 10:57 WIB

Soal Penambahan Anggaran Pemberantasan Korupsi, KPK Tanggapi Pernyataan Prabowo Subianto

Senin, 2 September 2024 - 12:28 WIB

Sebut Alasan Dirinya Bersatu dengan Jokowi, Karena Prabowo Subianto Percaya Jokowi Hatinya Merah Putih

Senin, 2 September 2024 - 10:36 WIB

Diungkap Prabowo Subianto, Tingkah Lucu Para Menteri Kabinet Saat Dampingi Jokowi Kunjungan Kerja

Senin, 2 September 2024 - 10:21 WIB

Tingkah Lucu Para Menteri Kabinet Saat Dampingi Jokowi Kunjungan Kerja Diungkap Prabowo Subianto

Berita Terbaru