Terkait Insiden Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, CERI: Usulan Luhut Lebih Realistis daripada Erick Thohir

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 7 Maret 2023 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang. (Instagram.com/@pakindro)

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang. (Instagram.com/@pakindro)

EKONOMINEWS.COM – Presiden Jokowi mengarahkan Menteri BUMN dengan Pj Gubernur DKI untuk memikirkan dan menetapkan solusi segera mana yang terbaik apakah merelokasi depo TBBM atau pemukiman penduduk.

Sebab, menurut Jokowi kawasan sekitar depo TBBM Pertamina tersebut memang zona berbahaya yang tidak bisa dihuni serta resikonya sangat besar.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berkunjung ke Plumpang Koja Jakarta Utara pada Minggu 5 Maret 2023 untuk meninjau korban akibat kebakaran pipa di depo Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, setidaknya ada 19 orang meninggal dunia, 49 orang dirawat di berbagai rumah sakit dan tiga orang masih hilang akibat dampak kebakaran pipa depo TBBM tersebut, bukan tangki BBM yang terbakar.

“Hingga saat ini kita belum tau berapa total kerugiaan yang dialami Pertamina untuk memadamkan kebakaran, merevitaliasi infrastruktur pipa dan lain-lain di depo TBBM Plumpang,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Senin 7 Maret 2023.

“Termasuk biaya pengobatan korban meninggal dan dirawat serta rumah dan harta benda yang hangus, yang viral baru terungkap di media kepada keluarga korban hanya diberikan uang duka Rp 10 juta perorang.”

Dua Menteri Jokowi Berbeda Pendapat

Terkait persoalan Depo TBBM Plumpang, menurut Yusri, belakangan dua menteri Jokowi dalam hal ini Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dengan Menteri BUMN Erick Tohir beda sikap soal rencana pemindahan depo TBBM Pertamina Plumpang.

Menteri BUMN Erick Tohir dan PT Pertamina (Persero) sudah sepakat untuk memindahkan lokasi depo TBBM Plumpang ke lahan milik PT Pelindo (persero), namun belum jelas daerah mana yang akan digunakan.

“Info terbaru lokasi lahan Pelindo itu masing-masing 32 hektar, totalnya sekitar 64 hektar, di Kalibaru” kata Yusri.

“Menurut Erick, pembangunan akan dimulai akhir 2024, hanya butuh 2 hingga 2,5 tahun untuk membangun depo BBM baru di lokasi lahan Pelindo, artinya paling cepat akhir tahun 2026 baru bisa digunakan Pertamina Patra Niaga,” kata Yusri.

Berbeda halnya dengan Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan. Ia tegas menyatakan depo TBBM Pertamina sudah sepatutnya jangan diusik dan tetap.

“Jangan dibalik-balik, depo Plumpang sejak tahun 1970 direncanakan disana, ada daerah kosong sebagai penyangga atau buffer zone, jangan depo disuruh pindah, tetapi orang yang tak berhak disitu yang harus pindah,” tegas Luhut dilansir berbagai media.

Dikatakan Yusri, prinsipnya, sikap kedua menteri itu adalah jangan timbul korban besar jika fasilitas depo TBBM ini mengalami kebakaran akibat banyak faktor yang bisa terjadi dalam beroperasinya.

“Namun sikap Luhut lebih realistis daripada kebijakan Erick Tohir, bahwa depo TBBM tetap dipertahankan dengan merelokasi penduduk disekitar zona penyanggah atau 50 meter dari pagar depo TBBM atas bantuan dana pemerintah pusat dan daerah serta Pertamina,” ungkap Yusri.

Sebab, kata Yusri, jika kebijakan Erick Tohir diikuti, pertanyaan kritisnya siapa yang menjamin tidak terjadi lagi kebakaran di depo TBBM Plumpang yang berpotensi menimbulkan korban lebih besar selama 3,5 tahun kedepan sebelum depo TBBM ide Erick Tohir beroperasi di lahan Pelindo.

“Sebab, sehari sebelum pipa di depo TBBM Plumpang meledak pada Jumat, ternyata rombongan KASAD Jenderal Dudung Abdurahman dengan Direksi Pertamina baru saja meninjau depo TBBM Plumpang, terbukti tidak ada jaminan tidak terjadi kebakaran yang menimbulkan korban besar,” timpal Yusri.

Lebih lanjut Yusri membeberkan, perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas lengkap depo TBBM sekitar USD 300 juta.***

Berita Terkait

Daya Beli Lesu, UMKM Perlu Tinggalkan Perang Diskon dan Pangkas Rantai Pasok
SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
16 Tahun PROPAMI: Ketika Integritas Menjadi Fondasi Profesi Pasar Modal Indonesia
Sarasehan PROPAMI, OJK Paparkan Rencana Simplifikasi Regulasi Pasar Modal
Strategi Komunikasi Krisis Melalui Press Release Dinilai Efektif Menjaga Reputasi Organisasi Tetap Positif
Jangkauan Global dan Lokal: PR Newswire–PSPI Hadirkan Distribusi Pers Rilis yang Cepat dan Kredibel
Rp50 Triliun Terkumpul, Patriot Bond Dorong Kemandirian Pembiayaan Nasional
Rp70 Miliar Dana Nasabah Diduga Raib, BCA dan PGS Investigasi Bersama

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:41 WIB

Daya Beli Lesu, UMKM Perlu Tinggalkan Perang Diskon dan Pangkas Rantai Pasok

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:37 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:11 WIB

16 Tahun PROPAMI: Ketika Integritas Menjadi Fondasi Profesi Pasar Modal Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:26 WIB

Sarasehan PROPAMI, OJK Paparkan Rencana Simplifikasi Regulasi Pasar Modal

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:37 WIB

Strategi Komunikasi Krisis Melalui Press Release Dinilai Efektif Menjaga Reputasi Organisasi Tetap Positif

Berita Terbaru