EKONOMINEWS.COM – Pemarah adalah sifat yang dapat dimiliki oleh seseorang, dan tidak ada penyakit yang secara khusus terkait dengan pemarah.
Namun ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang menjadi lebih pemarah.
Beberapa kondisi tersebut antara lain:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Gangguan Kesehatan Mental
Beberapa gangguan kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan penyesuaian dapat mempengaruhi suasana hati dan kontrol emosi seseorang.
Ini dapat menyebabkan reaksi marah yang berlebihan atau sulit mengendalikan emosi.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: 7 Artikel Menarik Seputar Emosi Marah, dari Faktor-faktor Penyebabnya hingga Cara Hadapi Orang Pemarah
2. Depresi
Orang yang menderita depresi dapat mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, termasuk marah dan mudah tersinggung.
3. Gangguan Pengendalian Impuls
Gangguan seperti gangguan pengendalian impuls (impulse control disorder) dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengendalikan dorongan emosional dan impulsif, termasuk amarah yang tidak proporsional.
Baca Juga:
TDConnex Raih Gelar “Leading Innovator of the Year — Electronics” dalam Ajang India MSME Awards 2026
4. Sindrom Pramenstruasi
Beberapa wanita mengalami perubahan suasana hati dan perubahan emosional selama periode menstruasi.
Sindrom pramenstruasi (premenstrual syndrome/PMS) adalah kondisi di mana perubahan emosional dapat mencakup kemarahan yang lebih tinggi dari biasanya.
5. Stres Kronis
Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk merasa marah atau mudah tersinggung.
Tekanan emosional yang berlebihan dapat mempengaruhi keseimbangan emosi dan respons terhadap situasi.
Baca Juga:
Sunwoda Luncurkan Motorcycle Ultra-Fast Charging Battery: Daya Baterai Terisi 80% dalam 20 Menit
Daesang Tampil sebagai Pemimpin Industri Makanan Global di Ajang THAIFEX-Anuga Asia 2026
6. Gangguan Kecanduan
Penyalahgunaan zat seperti alkohol, obat-obatan terlarang, atau kecanduan terhadap perjudian dapat mempengaruhi fungsi otak dan emosi seseorang, yang dapat mengarah pada kemarahan yang tidak terkendali.
7. Ketidakseimbangan Hormon
Perubahan hormonal dalam tubuh dapat mempengaruhi suasana hati dan emosi seseorang.
Misalnya, ketidakseimbangan hormon tiroid dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan reaksi marah yang berlebihan.
Penting untuk diketahui bahwa kemarahan yang berlebihan atau sering tidak selalu berarti ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
Namun, jika seseorang merasa bahwa kemarahannya mengganggu kehidupan sehari-hari atau hubungannya dengan orang lain, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk evaluasi dan bantuan yang tepat.***






